Selasa, 11 Maret 2008

keripik Ubi Spicy - Rp. 500


Tanggal 23 januari 2008 tepatnya hari rabu, sepertinya aku tak sadar telah langkahkan kaki kiri dan konon bahwa setiap orang yang telah melangkahkan kaki tersebut, mesti bersiap- siap dapatkan sial. Yup bilang saja bertanda sial kawan. Tapi, sepertinya saat itu dunia lagi berpihak pada abang kalian yang ganteng ini... cieh!!. Why?
Kalo paginya kena sial 'cuz dosen lagi nggak datang tuk menyaksikan presentasi terkeren grup kami dalam kelas sore tersebut dan mesti ngeringkan keringat oleh karena nungguin para bajingan- bajingan untuk beradu gosip pake bahasa burung, maka malamnya terganti dengan momen yang sangat luar biasa. sebagaimana kebanyakan orang selalu menganggap hal tersebut tidaklah luar biasa. Uuuchm.
Kalo kawan- kawan terbiasa melihat manusia yang berkompetisi di luar sana untuk berevolusi jadi binatang, maka di malam itu, yang juga cukup lonesome dan hanya disesaki oleh 2 orang genre laki2 dan seorang cantik, terlihat atraksi super dari seekor kucing belang yang sedang hamil yang sedang berusaha merubah selera..... Bilang saja kucing ini mau jadi kayak human. Tapi benar jga... memang akhir- akhir ini binatang lagi tergila mau rubah identitas diri jadi manusia. kan Cool jikalau mereka berkesempatan diundang ke acara pernikahan bersama black coat, white shoes, black hat, nice tie and cadillac sebagai hiasan tubuh dan kehidupannya. waduch.. jadi teringat film- film animasi. Hey... kawan!! hal seperti ini sudah tidak asing lagi. Bagi yang punya televisi atau sejenisnya, coba lihat saja salah satu program TV entah di channel mana, tapi lihat saja. Nama programnya adalah The World's Funniest Animal Planet, jika tidak salah ingat. Kawan, tahu nggak bahwa ternyata kebanyakan hewan yang ditampilkan tersebut, sebenarnya bukan cuma lucunya, tapi mereka betul- betul nampak kayak manusia. Seperti aksi lucu dan mengagumkan dari seekor orang utan yang berhasil mengendarai motor dan memarkirnya dengan aman. Great!.
Malam itu aku cukup lumayan heran, memang kucing ini bego, nggak waras ato lagi marah- marah? Ooo Ato mungkin saja ingat kebiasaannya. Soalnya sering nge-date dan nonton di bioskop- bioskop sambil ngemil hi... hi....
Kata teman yang namanya Ayub, yang juga adalah saksi dan sekaligus pemilik kucing tersebut, bahwa kucingnya ini sering diberi makan (ikan) tapi sepertinya nggak berselera. Ooo aku ingat, mungkin saja ia mau disuapin. Aaargh.. Tapi ia juga nggak mau. Dan ternyata setelah lama diperhatikan, tetap saja ia dengan selera barunya "keripik ubi spicy dengan label harga Rp. 500."
Saat itu aku aku dan 2 orang teman hanya bisa termangu dan heran dengan tingkah aneh tersebut, dan tetap lanjutkan percakapan hingga kami pun tewas satu per satu bersama mimpi indah...
(This freak event took place on wednesday, jan 23, 2008, Ayub's boarding home)

Minggu, 09 Maret 2008

"Sorry Mom... Dad....!"

Shit....
Mom, Dad, it seems today I couldn't be better as you wish. Why? 'coz today I didn't do great on my test.
I know that's my fuckin' fault. I didn't prepare myself for it. So, that's it.
Mom, Dad, I have made a mistake this morning, and i promise not to do it again.
You've given me everything, even your tears, but I just....
No.. No... Fuck!!!!
Bro, If i tend to do the same, I should suicide. I'm just fuckin'baldboy. Nothing
U know, on my test (semantics) I just completed 5 shit questions, meanwhile the test provided 10 questions.
i felt like a silly boy in the room for having just shit in my head....
One thing i remember that word 'tomorrow' tends to cancel the success too much. yes, that's true but i didn't give a bugger at that time.
once again.... so sorry Mom and Dad!!
I always miss u all

"lack of awareness..."

Oh...

Hilang Virginitas dalam hidup
Coba menangkan Moralitas hidup
Berteriak....
Demi kebenarannya
Saat jiwaku lelah
Tuntut sgala hal tentang keadilan
Benarkah, atas semua tindakanku?
Khilaf

Oh...
Hilang sudah warna hidupku
Tak pernah kembali
Gelap usik jiwaku
Tuk kembali sucikan diriku

Selasa, 04 Maret 2008

Pohon Hidup


"Pohon adalah tumbuhan segar, daunnya yang lebat dan hijau membuat kami selalu hidup dan hidup..

Pohon telah menjadi bagian kehidupan

Sepi, sedih, sakit, gembira dan apapun itu, pohon ini adalah tempat kami bernaung...

Namun saat ini berbeda...

Segala apa yang kuteorikan, sepertinya tak sejalan dengan realita hidup kami...

Tapi entahlah...

Daun- daun yang kami harapkan dapat menjaga, menggelitik hingga tersenyum dan tertawa, dan membuat kami berkumpul, ternyata perlahan- lahan melangkah dengan sedikit bisikan...

Pohon... aku tahu semua ini sulit, apalagi jika ingin tetap bertahan hidup"

Tapi... sepertinya kita mesti tegar, meski daun- daun perlahan beranjak tapi kami masih punya air dan sinar matahari yang dapat menumbuhkan dan menyuburkan dedaunan yang baru nan segar...

Kawanku... sekali lagi bertahanlah dan mari satukan langkah kita dan semoga Allah menyertai doa dan usaha kita, Amin...."