Jumat, 16 Januari 2009

saya kira kingkong


Kaisar Ming sangat disegani di dataran Mongolia. Dari berbagai kisah perangnya yang mengerikan, terselip sebuah kisah yang menggelikan. Alkisah Baginda mempunyai seorang putri yang cantik jelita.

Suatu hari, datanglah 3 orang pangeran yang hendak melamar tuan putri. Karena bingung untuk memilih, sang putri meminta baginda memberikan syarat. Baginda memberikan tugas untuk mencari benda-benda tertentu kepada ketiga pangeran tersebut dan diberi waktu satu tahun untuk mendapatkannya.

Selang setahun kemudian, sang pangeran pertama datang menghadap.

Baginda: Hei Pangeran, mana telur naga sakti yang kuminta itu?

Pangeran I: Ampun tuanku… hamba gagal.

Baginda: (merah padam) Apa…???!!! Pengawal, potong kedua tangannya!!!

Selang beberapa waktu kemudian, Pangeran kedua datang. Tampak lesu dan sedih.

Baginda: Pasti kamu gagal mendapatkan sirip hiu putih yang kuminta itu…

Pangeran II: Ampun tuanku, hamba nggak bisa berenang…

Baginda: Dasar Pangeran O’on… Pengawal, potong kedua kakinya…

Baginda menjadi putus asa… sampai seminggu kemudian, datanglah pangeran ketiga. Wajahnya kusam kusut. Pakaiannya compang camping. Sekilas, tampak dia baru saja mengalami peristiwa-peristiwa sulit. Dengan senyum lebar, pangeran ketiga menghadap Baginda.

Baginda: Aha… Pasti kamu berhasil.

Pangeran III: Setelah mengalami berbagai masa-masa sulit akhirnya saya berhasil mempersembahkannya untuk baginda.

Baginda: He he he… jadi sekarang mana bola ping pong kesayanganku yang hilang setahun yang lalu?

Pangeran III: PING PONG??? Saya kira KINGKONG…!!!

Selasa, 30 Desember 2008

jangan ganggu orang mati


Krisis ekonomi sedikitnya telah meracuni otak manusia. Banyak telah terjadi tindak kejahatan seperti cerita pembongkaran kuburan berikut ini:
Ronny dan Denni adalah dua sahabat yang sangat akrab. Bahkan mereka mempunyai sifat yang sama jahatnya. Pada suatu hari terpikir oleh mereka bagaimana cara mendapatkan uang dengan mudah. Ide mereka adalah
membongkar kuburan dengan alasan mereka ingin mengambil gigi emas dari jenazah yang telah dikubur. Maka pada malam Jum'at mereka menjalankan aksi mereka dengan pemikiran bahwa pada malam Jum'at, banyak orang yang takut melalui kompeks kuburan.
Akhirnya setelah melakukan sebuah pengamatan kecil, dipilihlah sebuah kuburan yang megah. Ronny dan Denni sama-sama melakukan penggalian sampai Jenazah ditemukan. Denni yang kebetulan agak penakut memilih menunggu di atas dan merasakan bulu kuduknya semua berdiri sambil berjaga siapa tau ada yang mengganggu mereka, sedangkan Ronny turun
kedalam kubur tsb mencabut gigi emas dari Jenazah di dalam liang kubur.
Akhirnya yang mereka impikan dapat ditemukan, Sebuah gigi emas dari sebuah jenazah lelaki tua yang sudah tinggal kulit yang membungkus tulang
dan berbau busuk itu. Dengan menggunakan Tang, Ronny menarik gigi bagian atas dari mulut Jenazah tersebut. Setelah gigi bagian atas tercabut ... kcrak...!!, bunyi tersebut membuat mereka berdua hening sejenak jangan2 mereka membangunkan jenazah tersebut, ternyata tidak terjadi apa-apa.
Lalu Denni meminta kepada Ronny untuk melemparkan gigi emas itu ke atas (karena Denni takut untuk turun), dan Ronny melemparkannya.
Tiba-tiba pada saat gigi emas itu telah berada di atas, Jenazah yang telah membusuk itu tiba-tiba bangkit dari liang kuburnya. Melihat hal ini, Ronny
dan Denni menjerit histeris "AAAaaaa....!!!" dan segera lari terbirit-birit.
Lalu Jenazah itu berkata, " Ingat, Gigi atas dibuang ke bawah!"

harusnya ku mati saat itu..

"Harusnya ku mati saat itu..."

Entahlah...?
saat itu,
mungkin bukanlah waktu yang tepat bagiku untuk berhenti tetap menuangkan
racun alkohol ke dalam rongga tenggorokan yang sudah cukup sempit untuk dialiri oleh cairan apapun, bahkan kentut sang pahlawan dan kemudian jatuh terbaring tanpa daya kecuali botolan- botolan yang hendak berakting jadi Juliet tolol sebagai teman di kala sepi, dan kemudian mati...
saat itu,
ya.. harusnya aku sudah mati, harusnya kulitku tidak sehitam sekarang, lihat!! jujur saja, harusnya ku sudah jadi bangkai, jadi santapan lezat makhluk2 underground (i mean "ulat n d'frenz, got it?)
dan akhirnya akupun akan terlihat lebih berguna,
yup setidaknya pahala sebagai bekal kelak, kini sedikit tlah ku kantongi...
bukan seperti sekarang.... ya... lihat saja keseharianku,
hari2 penuh dosa2 yang tlah kuperbuat pada Sang pencipta, mereka, negeriku, bangsaku, rakyatku, orang tuaku, saudara2(i)ku, teman2ku, guru2ku, musuh2ku dan bahkan pada
diriku sendiri...
aku ini sangatlah kotor, bejat, pendosa dan pantas tak punya tanah untuk bertahan hidup di atas tanah suci Indonesia,
aku sebaiknya mati saat itu, mati, mati dan mati saja!
ingat! aku bukan cuma seorang pencuri elit berdasi yang tak berperasaan...
namun, aku juga seorang iblis yang hidup dan berlakon sebagai seorang pelajar jang tidak
untuk menuntut ilmu demi masa depan negeriku namun hanya kehancurannya semata...
bayangkan!! cita2ku bukanlah menjadi seorang ustadz, dokter, serdadu,
apalagi pahlawan uuch...
tahu tidak?? akulah pelajar yang ingin jadi robot penghancur, pemerkosa, pelacur, pembunuh, koruptor, dan bahkan aku ingin jadi guru yang ingin menaburkan benih2
kejahatan dan pembodohan, dan kalo perlu kan kutanamkan dalam otak mereka sebuah bom waktu dan pada akhirnya meledak dan
matilah...
perfect!! sebuah mimpi yang cemerlang! itulah kejahatan yang telah kurencanakan sejak ku tumbuh dalam rahim ibuku yang juga tak lain adalah makhluk terkutuk.
apalagi..?
Apalagi TUHAN...?
"Harusnya aku mati saat itu..."

gaRa-gaRa prOmo 5 january

Hari ini adalah hari rabu. "Ya iyalah masa hari kamis?.. memangnya kamu generasi dari jaman batu ya??"
"Ouch iya.. sori aku lupa."

Tadi malam, aku dapat berita lagi nich setelah aku berusaha nembus ke nomor HP seorang teman kantor, yakni Ms. Edar yang mengharapkan segenap seluruh teacher untuk datang lekas pada jam 8 pagi. Kepala jadinya kaya habis dicelupin di bak mandi mikir kira2 apa yang akan dikerjakan setiba disana. Namun hal yang membuat lebih parah adalah bahwa jam istirahat yang telah kurencanakan akhirnya harus kuserahkan dengan rela tak berdaya (so sad).

"Ngak peduli.. pa u masih bermimpi buruk ato lagi bersenggama. ya, pokoknya datang demi bendera bRITOn." aku lagi negatif thinking sama si Edar selama semenit.


Saat itu aku nyadar ternyata menjadi seorang teacher di Briton sebagai tempat kursus bahasa Inggris bergengsi di Indo timur tidaklah sesimple yang aku habis pikir. Selain mutar- muter dalam kelas sambil menyemprotkan kata2 untuk bahan ajar yang tersusun rapi sebagaimana dalam lesson plan, kita juga ternyata harus beraksi ibarat demonstran pasifis yang sedang membagi- bagikan selebaran kepada masyarakat sebagai bahan propaganda. Tapi yang satu ini lain, kami hanya perlu siapkan tenaga extra untuk berdiri sambil membagikan selebaran kepada siswa sebagai bahan promo, seolnya Briton akan open class 5 januari tahun depan.

Jumat, 26 Desember 2008

Punk

Punk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sekelompok pemuda Punk

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Gaya hidup dan Ideologi

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).

Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

Punk dan Anarkisme

Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.

Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.

Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.

Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).

Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.


Punk di Indonesia

Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.

CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi’s, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Pagi betul- betul gelap hari ini

pagi tadi masih terasa gelap dan juga masih belum terdengar suara cicit tikus- tikus rumah dan hentakan handuk teman- teman yang lagi mau buang hajat. Itu semua karena mataku masih tertutup rapat mati terkapar meski hanya beberapa menit di atas lantai tanpa alas yang baunya kaya amis, tepatnya di rumah kos-an seorang teman tempat aku selalu bercumbu dengan gadis impianku dalam mimpi tentunya(keep on thinking negatively). Yup, saat itu kalo tidak salah sekitar jam 8.15 am.
Namun, sekitar beberapa menit berlalu ketika aku masih nikmatin mati, uuchm... suara HP yang berdering kayak helikopter yang lagi nabrak Kangen band lagi konser, sepertinya menggangguku. tapi tak apalah...
Aku pun terbangun dan berusaha membanting tubuhku yang dari tadi malam terasa habis terbombardir hanya untuk menge-check apa yang terjadi dengan HP pinjamanku ini. Oh.. ternyata hanya sms. Tapi tunggu dulu, ini bukan sembarang SMS bro dan bukan juga sebuah ancaman teror bom, namun ini adalah pesan singkat yang sangat penting dari si koordinator teacher-ku. Ia ingin aku datang pagi ini jam 10 untuk membicarakan tentang sillabus siswa young adult untuk ONC (open new class) berikutnya di Petterani Briton Center bersama teman- teman teacher yang lain dan setelah itu lanjut ke marking.
Tanpa basa- basi aku pun meluncur dengan segera menuju WC andalan bersama handuk yang juga sebenarnya aku pinjam (baca: handuk candangan seorang yang tebal muka). Mandi dan tentunya bersihin organ2 bagian dalamlah. Setelah menghabiskan waktu sekitar 10 menit bergulat dengan sabun tetangga yang berhasil juga aku curi dalam wc, aku pun dengan segera menuju kamar untuk berpakaian (wets.. setelan rapi dengan flat cap tentunya dong..) dan bergegas cabut dari rumah kos-an teman tadi.

''what a nice sunny morning.. finally, i'm here (tiba di perintis)"

Aku pun melangkah menuju kantor tempat dimana aku bekerja sekarang (nu campus, Perintis Briton Center) dengan disambut dengan senyum lembut nan polos kayak orang yang lagi lepas dari sebuah pelatihan oleh seorang security tepat di depan pintu masuk.

"but i like that guys..!!"

Setelah berhasil masuk, aku pun, seperti biasanya, harus memberi salam pada para sang ratu (front officers) yang lagi duduk sibuk ngerjain pekerjaan mereka.
"afternoon!" I greeted.
"hey.. it's still morning, sir" responded Ms. yayat.
"Sorry, i forgot. i just thought it was..., yeah gud morning!" I soon changed.
"Gud morning!" responded with full of laughs, then.

Sesaat setelah kejadian aneh tadi, aku pun mulai bertanya- tanya. 'kok ngak ada teman2 teacher, and dimana mr. Sani? katanya jam 10, kok masih belom datang???'

"sir, memang ada briefing ya.. ato apa ya?" tanya Ms. Yayat.
"oo.. iya.. Mr. Sani suruh saya kesini jam 10, katanya ada yang mo dibicarakan" aku pun dengan lantang tanpa ragu menjawab.

Aku pun tak peduli dan langsung masuk ke ruang teacher, buka situs sambil nunggu mereka datang.
Selang beberapa menit kemudian setelah kepala ini hampir putus, hanya karena bolak- balik liat jam, akhirnya Mr. Ashar pun datang juga dengan memuntahkan sebuah pertanyaan yang begitu simple penuh kecurigaan (curiga aku lupa lagi..)

Hey why didn't ye come to Petterani?
Petterani?? oh.. Gudnez!! I wondered and damned myself

Aku celaka lagi, penyakit muncul lagi...
aku kira, kami harus meeting disini. Ini semua pasti gara2 masih ngantuk ketika baca SMS.

NOTE: "teman, kalo punya sms dari siapa pun itu, cuci muka dulu lalu baca dengan seksama, jangan kaya saya, oke!"


Kamis, 25 Desember 2008

Bad Religion

Bad Religion adalah sebuah band beraliran punk yang dibentuk pada tahun 1980 di Southern California. Para personilnya yang cukup berpendidikan berhasil membuat band ini menjadi sebuah fenomena yang cukup berpengaruh dengan memainkan lagu-lagu beraliran punk dengan beat khas punck rock yang cepat namun melodius dengan lirik-lirik kritis yang berkisar masalah-masalah sosial, politik dan agama. Struktur kalimat-kalimat dalam lyric yang variatif dan elaboratif dipadukan dengan gaya bahasa yang puitis dan vocabulary yang bahkan memaksa orang Amerika sendiri untuk membuka kamus, membuat band ini unik dan cepat memperoleh simpatisan yang cukup banyak ketika mereka mengeluarkan album pertama mereka pada 1981 di daerah Southern California. Band ini beranggotakan Greg Graffin, vocal , Jay Bentley, Bas/backing vocal , Jay Ziskrout, drums , and Brett Gurewitz, guitar/backing vocals atau lebih dikenal sebagai Mr.Brett. Setelah peluncuran EP pertama dengan label Epitaph Records milik Mr.Brett yang juga merangkap sebagai manager band, pada tahun 1982, band yang baru menyelesaikan sekolah setingkat SMU ini meluncurkan album full berjudul "How Could Hell Any Worse?". Namun, di tengah pengerjaan album ini, Jay Ziskrout mengundurkan diri dari band dan posisinya digantikan oleh Peter Finestone.

Greg Graffin, frontman dari band ini menyandang gelar Master di bidang geologi dari UCLA dan meraih gelar Ph.D dalam bidang zoology dari Cornell University. Disertasi Greg Graffin untuk Cornell University adalah sebuah studi komprehensif tentang ilmu pengetahuan yang dititikberatkan pada teori Darwin yang kontroversial karena berkaitan dengan masalah ketuhanan dan agama dan bagaimana teori tersebut mempengaruhi cara berpikir pada seseorang. Disertasi ini dipublikasikan dan didedikasikan untuk para fans Bad Religion.

[sunting] Album

Pada tahun 1983, band meluncurkan album "Into The Unknown", sebuah album yang pada awalnya tidak begitu populer dan tidak begitu disukai oleh para penggemarnya. Karena dalam album ini , band dianggap terlalu jauh mengeksplorasi musiknya hingga album ini dinilai terlalu eksperimental karena menggunakan keyboard terlalu dominan. Bahkan para pengamat musik mengatakan bahwa band ini tidak terkategorikan sebagai musik punk lagi, tapi psychedelic rock. Pada saat itu, album ini tidak menghasilkan apa-apa selain kritik dari para fans. Tapi sekarang, album ini mulai dicari oleh para kolektor album Bad Religion. Album ini banyak dibajak karena jumlahnya yang sedikit. Pada tahun 1984, Greg Hetson dari Circle Jerks masuk dan menggantikan posisi Mr.Brett. Bad Religion pun merilis EP dengan judul "Back To The Known". Dengan beat lagu yang semakin lambat, band kehilangan jati diri mereka dan band ini sempat vakum jika tidak disebut bubar.

Pada tahun 1986, band bersatu kembali dan meluncurkan album "Suffer" dan mereka kembali dalam format band punk seperti sebelumnya. Album inilah yang menjadi titik balik kebangkitan band ini. Album ini dinilai sebagai album terbaik oleh majalah maximum rock'n roll karena seolah mengingatkan para fans pada Bad Religion di awal-awal pembentukannya yang memainkan lagu-lagu dengan beat cepat, distorsi yang menghentak dan lirik yang keras disertai vokal yang melodius. Album ini sekaligus menjadi pemicu berkembangnya budaya dan sub kultur punk di Southern California karena album ini akhirnya menjadi genre wajib yang diikuti oleh hampir semua band punk dari Southern California, misalnya : Rancid, The Offspring, dan lain-lain.

Album "No Control" yang dirilis pada tahun 1989 dan "Against The Grain" tahun 1990 dan diikuti album "Generator" pada tahun 1992 juga mendapat predikat album rock terbaik dan semakin mendongkrak popularitas band ini, khususnya di Amerika bagian timur/east coast (New York, Washington, etc). Sebelum album "Generator" selesai dirilis, tahun 1991, Peter Finestone mengundurkan diri untuk lebih memfokuskan diri pada band-nya yang lain, The Fishermen, dan posisinya digantikan oleh Bobby Schayer.

Dengan gaya dan aransemen musik yang semakin matang dan menentang trend aliran musik heavy metal dan progressive rock saat itu, Bad Religion hengkang dari Epitaph Records dan bergabung dengan Atlantic Records dan tak lama setelah itu mereka segera merilis album full mereka yang ketujuh, "Recipe For Hate" pada pertengahan tahun 1993 yang sebenarnya lebih merupakan penjualan hak rilis album itu oleh Epitaph Records kepada Atlantic Records. Pada tahun 1994, "Stranger Than Fiction" dirilis, tapi Mr.Brett segera mengundurkan diri saat album itu selesai. Mr.Brett memutuskan untuk mengundurkan diri karena disibukkan oleh The Offspring yang saat itu mengukir sejarah sebagai band dengan penjualan kaset terbanyak di dunia musik underground dan direkomendasikan untuk masuk ke dalam major label oleh Mr.Brett. Namun. konon perginya Mr. Brett dari Bad Religion lebih disebabkan oleh ketidakcocokan dan pertengkaran yang hebat dengan basist Jay Bentley. Bahkan, Mr. Brett membentuk band baru yang salah satu lagunya "Hate You" didedikasikan pada Jay untuk menumpahkan kebenciannya. Banyak fans setia Bad Religion yang menyesali hengkangnya Mr. Brett, yang berdua dengan Gregg Graffin, dipandang sebagai penulis lirik punk rock yang sangat berbakat, kalau tidak bisa dibilang terbaik di dunia dalam genre-nya.

Mr. Brett pun kemudian fokus untuk membesarkan perusahaan rekamannya Epitaph yang akhirnya sekarang menjadi perusahaan label indie terbesar di dunia yang menjadi rumah bagi mayoritas band-band punk rock, hardcore, serta band-band rap dan hip-hop yang penuh bakat. Band-band besar yang dibesarkan oleh Epitaph antara lain Rancid, NOFX, Offspring, Descendent, dan Millencolin. Sementara band-band baru yang penuh bakat di antaranya Sage Francis (rap hip-hop) dan The Higher (pop rock).

Sepeninggal Mr. Brett, Bad Religion terus berkarya dimotori oleh Gregg Graffin seorang. Band merekrut gitaris baru yang tak kalah legendaris dalam dunia punk rock sebagai pengganti Mr Brett, yaitu Brian Baker (pernah bergabung dengan band punk legendaris "Minor Threat"). Album "The Gray Race" (1996), album pertama band ini tanpa Mr. Brett, berhasil menghapus kekhawatiran para penggemar bahwa musik Bad Religion akan kehilangan kualitas. Album tersebut benar-benar tetap setia pada citra band yang cepat, menghentak, dengan vokal penuh melodi serta lyric yang kritis. Graffin menulis sendiri semua lyric dan nada semua alat instrumen dalam lagu tersebut, dibantu dengan beberapa aransemen gitar dari Baker. Namun pada album-album berikutnya, Graffin tampak kehilangan sentuhannya. "No Substance" (1998) dipandang sebagai album terburuk oleh mayoritas fans Bad Religion. Padahal dalam album tersebut Graffin berusaha melibatkan anggota band lainnya dalam penulisan lagu. Tampak sekali bahwa tanpa Mr. Brett, Graffin kehilangan seorang "soul mate" yang bisa saling mendukung dan berkompetisi, dalam arti positif, untuk membuat lagi lagu-lagu punk rock yang bisa disandingkan sejajar dengan lagu-lagu legendaris khas Bad Religion sebelumnya seperti, "Do What You Want" (Album Suffer, 1988), "Along the way" (Back to the Known, 1984), dan "American Jesus" (Recipe for Hate, 1993).

Dalam meluncurkan album ketiganya "The New America" (2000} untuk Atlantic Records, Graffin mulai mendekati kembali Mr. Brett. Dan Mr. Brett bersedia berkolaborasi dengan Graffin untuk menulis lagu berjudul "Believe it" dalam album tersebut. Mr. Brett juga memainkan melodi gitar untuk lagu itu. Album tersebut merupakan sejarah bagi Bad Religion dan fansnya karena menandakan reunifikasi kembali Mr. Brett dengan Bad Religion, band yang ia dirikan bersama dengan Gregg Graffin dan Jay Bentley. Selama pembuatan album, secara alami muncul keinginan dalam diri Graffin untuk mengundang Mr. Brett bergabung kembali. Semua anggota band lain mendukung dan ketika undangan disuarakan, Mr Brett dengan mantap mengiyakan, dengan syarat Bad Religion harus kembali ke label Epitaph, perusahaan yang pada awalnya didirikan untuk memproduksi dan mendistribusikan album-album Bad Religion. Syarat tersebut tidak sulit dipenuhi karena masa kontrak dengan Atlantic Records sudah akan berakhir dan memang Bad Religion yang dimotori Graffin juga sangat ingin kembali ke Epitaph Records. Fans band tersebut di seluruh dunia sangat gembira dan bersemangat menunggu prospek bersatunya kembali dua penulis lagu punk rock terbaik di dunia, Mr. Brett dan Gregg Graffin serta label Epitaph dengan Bad Religion.

Album "The Process of Belief" (2002) merupakan album pertama Bad Religion untuk Epitaph. Band mempunyai drummer baru yang muda dan berbakat yakni Brooks Wackerman (pernah tergabung dengan Suicidal Tendencies). Bobby Schayer meninggalkan band karena alasan cidera punggung. Namun, dia kecewa karena merasa tidak diberi cukup kesempatan untuk pemulihan. Dengan bergabungnya Wackerman, beat musik Bad Religion lebih cepat dan bertenaga. Energi baru tersebut melengkapi bergabungnya sumber energi utama band yaitu Mr. Brett dan Graffin. Album mereka disambut baik oleh fans dan kritikus. Bad Religion tidak terlena dengan pujian atau lekang oleh usia. Kreasi terus bertumbuh melalui album "Empire Strike First" (2004) dan terakhir "New Maps off Hell" (2007).

Menginjak 27 tahun eksistensinya Bad Religion tetap loyal dan setia pada akar musik yang mereka bentuk dan pada harapan yang tersirat dalam lyric mereka ditengah dunia yang penuh pesimism. Dunia yang diwarnai fanatisme agama, perang, kekerdilan aparat pemerintah, dan mental remaja yang rusak oleh kapitalisme. Bad Religion sejak awal merupakan suara lantang yang memecahkan hiruk pikuk buram tersebut. Suara yang dibagi oleh banyak orang, bukan hanya penggemar punk rock. Itulah yang membuat band ini terus eksis dan melegenda.